Oct 05 2007
Dewasa di Usia Remaja
Usia remaja mengharuskan kita untuk berpikir lebih dewasa. Dewasa dalam segala hal permasalahan hidup yang kita temui. kemandirian bagi remaja memang sangat diperlukan untuk mendukung perkembangan jiwanya. Tapi kita kudu mikir seribu kali kalo remaja dibiarkan menafsirkan sendiri kebebasan yang dikehendakinya. Jiwanya yang labil sangat mudah terwarnai oleh lingkungan sekitar. Gelora jiwa mudanya paling gampang terpincut ama budaya Barat yang steril dari norma-norma. Makanya kudu ada perhatian agar generasi muda sekarang nggak salah langkah dalam menapaki jalan panjang mencari jati diri.
Kedewasan sendiri bisa dilihat dari orang-orang sekitar kita. Misalnya seperti ini; kita kan nggak mungkin ngomongin segala hal tentang Perdebatan antara FPI dan Majalah Playboy Indonesia di depan anak-anak TK. Kita juga nggak mungkin ngomongin hal tentang Otomotif didepan komunitas Underground, ngomongin hal tentang Islam Liberal didepan komunitas Punk atau ngomongin tentang Matematika & Fisika didepan anak-anak IPS, Ngomongin tentang Sejarah Dunia didepan Anak-anak radio, ngobrolin tentang Game Multiplyer Online didepan Dosen. Dan ngomongin tentang The Clash atau Joy Division sama Orang tua kita.
Bertambah tua adalah sesuatu yang dapat dijadikan pengalaman, sekaligus bahan berfikir tentang kehidupan kita selanjutnya. Yup, sesuatu yang harus kita pikirin mulai dari sekarang.
Seseorang bisa saja dibilang bertambah dewasa ketika menghadapi suatu persoalan yang rumit, atau kejadian yang dia alami. Misalnya ketika dia menjadi anggota Tim Relawan Aceh atau Jogja. Mungkin aja dia seumuran gue, atau bahkan lebih muda. Di usianya, dia dapat mengorbankan segala yang ia punya (baik materi, ataupun tenaga) untuk membantu korban yang tertimpa musibah disana. Dan menurut gue, itulah hal yang sangat dewasa. Ketika kita rela tidak makan, rela tidak tidur, rela kehilangan tenaga, rela meniggalkan teman-teman kita, untuk seseorang yang kita sayangi. Dimana anak seumuran kita yang lain hanya menghabiskan waktunya dengan tidur, bersantai, hura-hura, dsb.
Hmm, apa semua ini mau kita hindari?. Percaya deh, Everybody’s Growing Up at last. Sebuah proses pendewasaan yang mau gak mau harus kita jalanin kelak. Jadi pada kesimpulannya kedewasaan adalah bagaimana seseorang bisa masuk dalam suatu ruang publik dan tau porsi nya masing masing. Ketika dia tau kapan dia harus jadi orang yang pintar, atau jadi orang yang sangat lucu, orang yang sangat romantis, orang yang sangat berani, orang yang sangat tolol, atau pula menjadi orang yang sangat bijaksana…
4 Responses to “Dewasa di Usia Remaja”
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.
Not A Member? Register for Free!







Bersikp dewasa emg bukanlah hal yang mudah, diperlukan proses berthap untuk memperolehnya. Ga mungkin kan kita harus hidup dalam bayangan masa kecil terus. Kita hatus bisa keluar dari itu.
Usia remaja memng sangat rentang dengan kehidupan yang hura hura. Mka dr itu sikap kedewasaan sangat diperlukan untuk mengontrol laju keseharian kita. bersikap dewasa emg tidak mudah namun dapat di pelajari.
Dewasa ?
Trima apa adanya, ga usah neko neko lah
gitu aja ko repot
dewasa tu sbuah keharusan buat kita,gue ngalamin sndiri g enaknya terjebak dalam kondisi dmn gue dcap sbagai orang yg kekanak2an..
gue sndiri jg jenuh ma sifat ke kanak2an gue..
tp skarang gue sadar klo dewasa tu berjalan seiring dengan berjalannya waktu,,